قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ
Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih kucintai daripada apa yang mereka ajak aku kepadanya. Jika Engkau tidak memalingkan dariku tipu daya mereka, aku akan cenderung kepada mereka dan termasuk orang-orang yang bodoh.”
Terjemahan bertahap (19 jeda)
- قَالَqaaladia berkata
- رَبِّrabbiTuhanku
- السِّجْنُas-sijnupenjara
- أَحَبُّahabbulebih dicintai
- إِلَيَّilayyaolehku
- مِمَّاmimmaadaripada apa yang
- يَدْعُونَنِيyad'uunaniimereka mengajak aku
- إِلَيْهِilayhikepadanya
- وَwa-dan
- إِلَّاillaajika tidak
- تَصْرِفْtasrifEngkau memalingkan
- عَنِّيanniidariku
- كَيْدَهُنَّkaydahunnatipu daya mereka
- أَصْبُasbuaku akan cenderung
- إِلَيْهِنَّilayhinnakepada mereka
- وَwa-dan
- أَكُنْakunaku akan menjadi
- مِنَminatermasuk
- الْجَاهِلِينَal-jaahiliinaorang-orang yang bodoh
Aplikasi
Kejujuran luar biasa Yusuf mengakui keterbatasannya sendiri: 'jika Engkau tidak menghindarkan tipu daya mereka dariku, niscaya aku akan cenderung', kerendahan hati mengakui kerentanan diri sendiri, bukan klaim kekebalan total terhadap godaan. Konkretnya: mengakui secara jujur bahwa diri sendiri tidak sepenuhnya kebal terhadap godaan besar (dan membutuhkan bantuan untuk bertahan) adalah kerendahan hati yang lebih realistis dan lebih kuat daripada klaim kekuatan diri yang berlebihan, kesadaran akan keterbatasan diri mendorong pencarian dukungan yang tepat, bukan mengandalkan kepercayaan diri semata.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. ' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).