فَلَمَّا اسْتَيْأَسُوا مِنْهُ خَلَصُوا نَجِيًّا ۖ قَالَ كَبِيرُهُمْ أَلَمْ تَعْلَمُوا أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُمْ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ وَمِنْ قَبْلُ مَا فَرَّطْتُمْ فِي يُوسُفَ ۖ فَلَنْ أَبْرَحَ الْأَرْضَ حَتَّىٰ يَأْذَنَ لِي أَبِي أَوْ يَحْكُمَ اللَّهُ لِي ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ

Maka ketika mereka berputus asa darinya, mereka menyendiri sambil berbisik-bisik. Yang tertua di antara mereka berkata, “Tidakkah kalian mengetahui bahwa ayah kalian telah mengambil janji teguh dari kalian dengan nama Allah, dan sebelum ini kalian telah menyia-nyiakan Yusuf? Maka aku tidak akan meninggalkan negeri ini sampai ayahku mengizinkan aku, atau Allah memutuskan bagiku. Dan Dia sebaik-baik para pemutus perkara.

Terjemahan bertahap (23 jeda)
  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. اسْتَيْأَسُواistay'asuumereka berputus asa
  3. مِنْهُminhudarinya
  4. خَلَصُواkhalasuumereka menyendiri
  5. نَجِيًّاnajiyyanberbisik-bisik
  6. قَالَqaalaberkata
  7. كَبِيرُهُمْkabiiruhumyang tertua di antara mereka
  8. أَلَمْ تَعْلَمُواalam ta'lamuutidakkah kalian mengetahui
  9. أَنَّ أَبَاكُمْanna abaakumbahwa ayah kalian
  10. قَدْ أَخَذَqad akhadzatelah mengambil
  11. عَلَيْكُمْalaykumdari kalian
  12. مَوْثِقًاmawtsiqanjanji teguh
  13. مِنَ اللَّهِmina llaahidari Allah
  14. وَمِنْ قَبْلُwa-min qabludan sebelum ini
  15. مَا فَرَّطْتُمْmaa farrattumkalian telah menyia-nyiakan
  16. فِي يُوسُفَfii YuusufaYusuf
  17. فَلَنْ أَبْرَحَfa-lan abrahamaka aku tidak akan meninggalkan
  18. الْأَرْضَal-ardanegeri ini
  19. حَتَّىٰ يَأْذَنَ لِيhattaa ya'dzana liisampai mengizinkan aku
  20. أَبِيabiiayahku
  21. أَوْ يَحْكُمَ اللَّهُ لِيaw yahkuma llaahu liiatau Allah memutuskan bagiku
  22. وَهُوَwa-huwadan Dia
  23. خَيْرُ الْحَاكِمِينَkhayru l-haakimiinasebaik-baik para pemutus perkara
Aplikasi

Keputusan saudara tertua untuk tetap tinggal di Mesir menunjukkan pengakuan akan beratnya janji yang sudah diucapkan dan kegagalan masa lalu, sebuah bentuk akuntabilitas nyata dari salah satu dari mereka. Konkretnya: mengambil konsekuensi nyata (bukan sekadar penyesalan verbal) atas janji yang sudah diucapkan dan kegagalan masa lalu adalah bentuk akuntabilitas yang lebih substansial, kesediaan menanggung beban nyata dari komitmen yang pernah dibuat menunjukkan pertumbuhan karakter yang genuine.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan). Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).