وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَا أَبَتِ هَٰذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي ۚ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana, dan mereka tersungkur bersujud kepadanya. Dan dia berkata, “Wahai ayahku, inilah takwil penglihatanku yang dahulu. Sungguh Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Dan sungguh Dia telah berbuat baik kepadaku, ketika mengeluarkan aku dari penjara, dan membawa kalian dari dusun, setelah setan mengganggu antara aku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku halus terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Sang Berilmu, Sang Penuh Hikmah.
Terjemahan bertahap (29 jeda)
- وَرَفَعَwa-rafa'adan dia menaikkan
- أَبَوَيْهِabawayhikedua orang tuanya
- عَلَى الْعَرْشِalaa l-arshike atas singgasana
- وَخَرُّواwa-kharruudan mereka tersungkur
- لَهُlahukepadanya
- سُجَّدًاsujjadanbersujud
- وَقَالَwa-qaaladan dia berkata
- يَا أَبَتِyaa abatiwahai ayahku
- هَٰذَاhaadzaainilah
- تَأْوِيلُta'wiilutakwil
- رُؤْيَايَru'yaayapenglihatanku
- مِنْ قَبْلُmin qabluyang dahulu
- قَدْ جَعَلَهَاqad ja'alahaasungguh telah menjadikannya
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- حَقًّاhaqqankenyataan
- وَقَدْ أَحْسَنَ بِيwa-qad ahsana biidan sungguh telah berbuat baik kepadaku
- إِذْ أَخْرَجَنِيidz akhrajaniiketika mengeluarkan aku
- مِنَ السِّجْنِmina s-sijnidari penjara
- وَجَاءَ بِكُمْwa-jaa'a bikumdan membawa kalian
- مِنَ الْبَدْوِmina l-badwidari dusun
- مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَmin ba'di an nazaghasetelah mengganggu
- الشَّيْطَانُash-shaytaanusetan
- بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِيbaynii wa-bayna ikhwatiiantara aku dan saudara-saudaraku
- إِنَّ رَبِّيinna rabbiisesungguhnya Tuhanku
- لَطِيفٌlatiifunhalus
- لِمَا يَشَاءُlimaa yashaa'uterhadap apa yang Dia kehendaki
- إِنَّهُ هُوَinnahu huwasesungguhnya Dialah
- الْعَلِيمُal-aliimuSang Berilmu
- الْحَكِيمُal-hakiimuSang Penuh Hikmah
Aplikasi
Yusuf secara murah hati mengaitkan keretakan hubungan dengan saudaranya pada pengaruh setan ('setan merusak hubungan antara aku dengan saudara-saudaraku'), sebuah pembingkaian yang memungkinkan rekonsiliasi tanpa menghapus apa yang sebenarnya terjadi. Konkretnya: memaknai konflik masa lalu dengan cara yang memungkinkan rekonsiliasi (mengakui ada kekuatan/dorongan buruk yang merusak hubungan) tanpa menyangkal apa yang sebenarnya terjadi adalah cara yang bijak menyeimbangkan kejujuran dan kemurahan hati saat memulihkan hubungan yang rusak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah' (takrif corpus); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan). Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).