وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۖ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ

Dan orang-orang yang kufur berkata kepada rasul-rasul mereka, “Kami pasti akan mengusir kalian dari negeri kami, atau kalian benar-benar kembali dalam ajaran kami.” Maka Tuhan mereka mewahyukan kepada mereka, “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim.

Terjemahan bertahap (7 jeda)
  1. وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُواwa-qaala lladziina kafaruudan orang-orang yang kufur berkata
  2. لِرُسُلِهِمْli-rusulihimkepada rasul-rasul mereka
  3. لَنُخْرِجَنَّكُمْla-nukhrijannakumkami pasti akan mengusir kalian
  4. مِنْ أَرْضِنَاmin ardinaadari negeri kami
  5. أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَاaw la-ta'uudunna fii millatinaaatau kalian benar-benar kembali dalam ajaran kami
  6. فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْfa-awhaa ilayhim rabbuhummaka Tuhan mereka mewahyukan kepada mereka
  7. لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَla-nuhlikanna zh-zhaalimiinaKami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim
Aplikasi

Ultimatum 'kembali memeluk millah kami atau diusir' menyoroti bentuk tekanan sosial paling keras, ancaman pengucilan/pengusiran demi memaksa kesesuaian keyakinan, namun jawaban wahyu bukan menyerah pada ultimatum itu, melainkan penegasan bahwa yang zalim (pemberi ultimatum) yang akan dibinasakan. Konkretnya: tekanan mengancam pengucilan sosial demi memaksa seseorang kembali ke pola pikir/keyakinan komunitas asal adalah bentuk pemaksaan yang tidak sah, dan ayat ini menempatkan pihak yang memaksa itu sebagai pihak yang salah, bukan pihak yang bertahan pada keyakinannya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain merender millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'; retrofit kau/engkau/kalian menyusul (pass terpadu). lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.