يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ

Dia meneguknya dan hampir tidak dapat menelannya, dan maut datang kepadanya dari setiap penjuru, tetapi dia tidak mati. Dan di hadapannya azab yang berat.

Terjemahan bertahap (7 jeda)
  1. يَتَجَرَّعُهُyatajarra'uhudia meneguknya
  2. وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُwa-laa yakaadu yusiighuhudan hampir tidak dapat menelannya
  3. وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُwa-ya'tiihi l-mawtudan maut datang kepadanya
  4. مِنْ كُلِّ مَكَانٍmin kulli makaanindari setiap penjuru
  5. وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍwa-maa huwa bimayyitintetapi dia tidak mati
  6. وَمِنْ وَرَائِهِwa-min waraa'ihidan di hadapannya
  7. عَذَابٌ غَلِيظٌadzaabun ghaliizhunazab yang berat
Aplikasi

Detail bahwa maut 'datang dari setiap penjuru' namun 'ia tidak mati' menggambarkan penderitaan tanpa jalan keluar sekalipun lewat kematian, sebuah kondisi yang lebih berat justru karena tidak ada akhir yang bisa diharapkan. Konkretnya: ayat ini menantang anggapan bahwa penderitaan pasti berakhir dengan sendirinya seiring waktu, sebagian akibat pilihan hidup tidak otomatis reda; ini memperkuat pentingnya mencegah sejak awal daripada berasumsi semua penderitaan pasti sementara.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-r-', k-w-d, s-w-gh, a-t-y, m-w-t, k-l-l, k-w-n, w-r-y, '-dz-b, gh-l-zh): yatajarra'u diterjemahkan 'meneguknya' (akar j-r-'); yusiighu diterjemahkan 'menelannya' (akar s-w-gh); adhaab ghaliizh diterjemahkan 'azab yang berat/keras' (akar gh-l-zh). gloss '(air nanah itu)/(bahaya)' dibuang.