لَقَالُوا إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَسْحُورُونَ
tentulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan. Bahkan, kami adalah kaum yang terkena sihir.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- لَقَالُواla-qaaluutentulah mereka berkata
- إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَارُنَاinnamaa sukkirat absaarunaasesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan
- بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَسْحُورُونَbal nahnu qawmun mashuuruunabahkan kami adalah kaum yang terkena sihir
Aplikasi
Kesimpulan yang mengejutkan: bahkan pengalaman paling luar biasa dan tak terbantahkan sekalipun akan tetap dijelaskan sebagai ilusi ('pandangan kamilah yang dikaburkan. kami terkena sihir') oleh pikiran yang sudah benar-benar tertutup. Konkretnya: pikiran yang benar-benar tertutup akan selalu menemukan cara menjelaskan-jauhkan bukti paling meyakinkan sekalipun sebagai ilusi atau tipuan, mengenali bahwa beberapa penolakan tidak bisa diatasi dengan bukti tambahan, betapa pun dramatisnya, membantu memahami batas realistis dari usaha meyakinkan orang lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.