ثُمَّ إِذَا كَشَفَ الضُّرَّ عَنْكُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِنْكُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ
Kemudian apabila Dia menghilangkan kemudaratan dari kalian, tiba-tiba segolongan dari kalian mempersekutukan Tuhan mereka,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ثُمَّ إِذَا كَشَفَ الضُّرَّ عَنْكُمْtsumma idzaa kashafa d-durra ankumkemudian apabila Dia menghilangkan kemudaratan dari kalian
- إِذَا فَرِيقٌ مِنْكُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَidzaa fariiqun minkum bi-rabbihim yushrikuunatiba-tiba segolongan dari kalian mempersekutukan Tuhan mereka
Aplikasi
Pola yang sama diulang dari ayat sebelumnya: begitu kemudaratan hilang, sebagian orang justru kembali mempersekutukan Tuhan, kelegaan yang mengikis rasa syukur alih-alih memperkuatnya, sebuah kecenderungan manusiawi yang perlu diwaspadai secara sadar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-sh-f, d-r-r, f-r-q, r-b-b, sh-r-k): kashafa diterjemahkan 'menghilangkan' (akar k-sh-f); fariiq diterjemahkan 'segolongan' (akar f-r-q); yushrikuun diterjemahkan 'mempersekutukan' (akar sh-r-k), menyeru Allah semata saat susah, lalu menyekutukan saat lega (bdk 10:12). gloss '(dengan yang lain)' dibuang.