أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Mereka itulah orang-orang yang Allah kunci hati, pendengaran, dan penglihatan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْulaa'ika lladziina taba'a llaahu alaa quluubihim wa-sam'ihim wa-absaarihimmereka itulah orang-orang yang Allah kunci hati, pendengaran, dan penglihatan mereka
- وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَwa-ulaa'ika humu l-ghaafiluunadan mereka itulah orang-orang yang lalai
Aplikasi
Konsekuensi dari pola pikiran tertutup digambarkan sebagai 'terkunci' hati, pendengaran, penglihatan, deskripsi bertahap: penolakan berulang terhadap kebenaran akhirnya mengeraskan kapasitas menerima informasi baru itu sendiri. Konkretnya: mewaspadai bagaimana penolakan berulang terhadap kebenaran atau kritik yang valid bisa secara bertahap mengurangi kemampuan diri sendiri untuk tetap terbuka menerima informasi baru, menjaga keterbukaan pikiran adalah usaha aktif, bukan kondisi otomatis.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.