وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

Dan manusia berdoa untuk keburukan sebagaimana doanya untuk kebaikan, dan manusia bersifat tergesa-gesa.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِwa-yad'u l-insaanu bi-sh-sharri du'aa'ahu bi-l-khayridan manusia berdoa untuk keburukan sebagaimana doanya untuk kebaikan
  2. وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًاwa-kaana l-insaanu ajuulandan manusia bersifat tergesa-gesa
Aplikasi

Pengamatan psikologis tajam: manusia kadang berdoa untuk keburukan (dalam kemarahan/ketergesaan) 'sebagaimana doanya untuk kebaikan', ketergesaan manusia bisa membuatnya secara tidak sengaja meminta hal yang justru merugikan dirinya sendiri. Konkretnya: berhati-hati terhadap doa atau keinginan yang diucapkan dalam kemarahan atau ketergesaan, sifat tergesa-gesa manusia bisa membuat seseorang secara tidak sadar meminta sesuatu yang sebenarnya merugikan dirinya sendiri jika benar-benar dikabulkan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-'-w, a-n-s, sh-r-r, kh-y-r, k-w-n, '-j-l): yad'u diterjemahkan 'berdoa/menyeru' (akar d-'-w); sharr/khayr diterjemahkan 'keburukan/kebaikan'; ajuul diterjemahkan 'tergesa-gesa' (akar '-j-l). Selaras.