وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا
Dan betapa banyak generasi setelah Nuh yang telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai yang waskita lagi melihat dosa-dosa hamba-Nya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍwa-kam ahlaknaa mina l-quruuni min ba'di nuuhindan betapa banyak generasi setelah Nuh yang telah Kami binasakan
- وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًاwa-kafaa bi-rabbika bi-dzunuubi ibaadihi khabiiran basiirandan cukuplah Tuhanmu sebagai yang waskita lagi melihat dosa-dosa hamba-Nya
Aplikasi
Sejarah kehancuran generasi demi generasi setelah Nuh disebutkan sebagai pola berulang, ditutup dengan penegasan bahwa Tuhan 'waskita lagi melihat dosa-dosa hamba-Nya', akuntabilitas historis dan personal berjalan beriringan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan belum-dibedah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!).