وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ ۚ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan tanda-tanda, melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang terdahulu. Dan Kami telah berikan kepada kaum Ṡamuud unta betina yang jelas, tetapi mereka menzaliminya. Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakut-nakuti.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَwa-maa mana'anaa an nursila bi-l-aayaati illaa an kadzdzaba bihaa l-awwaluunadan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan tanda-tanda, melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang terdahulu
  2. وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَاwa-aataynaa tsamuuda n-naaqata mubsiratan fa-zhalamuu bihaadan Kami telah berikan kepada kaum Ṡamuud unta betina yang jelas, tetapi mereka menzaliminya
  3. وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًاwa-maa nursilu bi-l-aayaati illaa takhwiifandan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu kecuali untuk menakut-nakuti
Aplikasi

Tanda-tanda tidak lagi dikirim secara dramatis karena 'telah didustakan oleh orang-orang terdahulu' (kasus unta Samud), perubahan pendekatan berdasarkan pembelajaran dari pola respons sebelumnya, menunjukkan bahwa metode pendekatan bisa disesuaikan berdasarkan hasil yang terbukti tidak efektif.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.