قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوا ۖ لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ ۚ مَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا
Katakanlah, “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal. Milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah tajam penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya.” Tidak ada bagi mereka selain Dia seorang pelindung pun, dan Dia tidak menyertakan seorang pun dalam putusan-Nya.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُواquli llaahu a'lamu bimaa labitsuukatakanlah, Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal
- لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِlahu ghaybu s-samaawaati wa-l-ardimilik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi
- أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْabsir bihi wa-asmi'alangkah tajam penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya
- مَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّmaa lahum min duunihi min waliyyintidak ada bagi mereka selain Dia seorang pelindung pun
- وَلَا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًاwa-laa yushriku fii hukmihi ahadandan Dia tidak menyertakan seorang pun dalam putusan-Nya
Aplikasi
Penegasan lagi bahwa pengetahuan sejati tentang durasi (dan hal-hal tersembunyi lainnya) ada pada Allah semata, kerendahan hati terhadap detail yang tidak diketahui pasti dipasangkan dengan keyakinan pada otoritas yang mengetahui secara menyeluruh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan). hakamah = kekang kuda ('a kind of CURB'); hikmah = 'what prevents from IGNORANT behaviour'; hakiim = 'possessing hikmah' DAN 'fa'iil in the sense of MUF'IL' (IAth) = yang mengukuhkan. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).