قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ ۚ وَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا
Ia berkata, “Tahukah engkau, ketika kita berlindung di batu itu, sesungguhnya aku lupa ikan itu, dan tidak ada yang membuatku lupa untuk mengingatnya kecuali setan; dan ia mengambil jalannya ke laut dengan cara yang mengherankan.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِqaala a-ra'ayta idz awaynaa ilaa s-sakhratiia berkata, tahukah engkau ketika kita berlindung di batu itu
- فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَfa-innii nasiitu l-huutasesungguhnya aku lupa ikan itu
- وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُwa-maa ansaaniihu illaa sh-shaytaanu an adzkurahudan tidak ada yang membuatku lupa untuk mengingatnya kecuali setan
- وَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًاwa-ttakhadza sabiilahu fii l-bahri ajabandan ia mengambil jalannya ke laut dengan cara yang mengherankan
Aplikasi
Kelupaan yang disadari terlambat memicu penemuan penting: 'tidak ada yang membuatku lupa. kecuali setan', momen kelalaian kecil justru menjadi kunci pembuka menuju pertemuan yang dicari, menunjukkan bahwa jalan menuju pembelajaran tidak selalu linear atau sesuai rencana awal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-a-y, a-w-y, s-kh-r, n-s-y, h-w-t, sh-t-n, dz-k-r, a-kh-dz, s-b-l, b-h-r, '-j-b): awaynaa diterjemahkan 'kita berlindung' (akar '-w-y); nasiitu/ansaanii diterjemahkan 'aku lupa/membuatku lupa' (akar n-s-y NSY, setan yang membuat lupa); adhkurah diterjemahkan 'mengingatnya' (akar dz-k-r); ajab diterjemahkan 'aneh (mengherankan)' (akar '-j-b). gloss '(pembantunya)/(bercerita tentang)' dibuang.