وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَىٰ مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا
bagaimana engkau akan sanggup bersabar atas sesuatu yang engkau belum mempunyai pengetahuan mendalam tentangnya?”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَىٰ مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًاwa-kayfa tasbiru alaa maa lam tuhit bihi khubranbagaimana engkau akan sanggup bersabar atas sesuatu yang engkau belum mempunyai pengetahuan mendalam tentangnya
Aplikasi
Alasan yang diberikan logis: kesulitan bersabar terhadap sesuatu yang 'belum mempunyai pengetahuan yang cukup', kesabaran menjadi lebih sulit ketika tindakan yang diamati tidak bisa dipahami konteksnya secara langsung. Konkretnya: mengenali bahwa kesabaran terhadap tindakan orang lain yang tampak aneh atau salah menjadi lebih mudah ketika ada pemahaman terhadap konteks penuhnya, kerendahan hati mengakui belum memahami sepenuhnya sebelum menghakimi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
khubr (nomina): 'pengetahuan yang cukup' terjemahan lain dipertahankan + catatan: harfiahnya 'pengetahuan-dalam' (lih. kerangka). Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!).