الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا

Orang-orang yang mata mereka dalam keadaan tertutup dari mengingat-Ku, dan mereka tidak sanggup mendengar.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍalladziina kaanat a'yunuhum fii ghitaa'inorang-orang yang mata mereka dalam keadaan tertutup
  2. عَنْ ذِكْرِيan dzikriidari mengingat-Ku
  3. وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًاwa-kaanuu laa yastatii'uuna sam'andan mereka tidak sanggup mendengar
Aplikasi

Definisi penting tentang siapa yang termasuk golongan tersebut: 'mata (hati)-nya dalam keadaan tertutup dari ingat kepada-Ku. tidak sanggup mendengar', kebutaan dan ketulian yang bersifat spiritual, bukan fisik, sebagai penyebab utama kegagalan mereka.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.