تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا

hampir saja langit pecah karenanya, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping,

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُtakaadu s-samaawaatu yatafattarna minhuhampir saja langit pecah karenanya
  2. وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُwa-tanshaqqu l-ardudan bumi terbelah
  3. وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّاwa-takhirru l-jibaalu haddandan gunung-gunung runtuh berkeping-keping
Aplikasi

Gambaran kosmis yang dramatis: langit hampir pecah, bumi terbelah, gunung runtuh, skala reaksi alam semesta yang digambarkan menunjukkan betapa fundamentalnya kesalahan dari klaim tersebut terhadap tatanan realitas.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-d, s-m-w, f-t-r, sh-q-q, a-r-d, kh-r-r, j-b-l, h-d-d): takaadu diterjemahkan 'hampir' (akar k-w-d); yatafattarna diterjemahkan 'pecah (terbelah)' (akar f-t-r, seakar fatara 'menciptakan/membelah'); tanshaqqu diterjemahkan 'terbelah' (akar sh-q-q); takhirru diterjemahkan 'runtuh' (akar kh-r-r). gloss '(Karena ucapan itu)' dibuang.