إِذْ رَأَىٰ نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى
Ketika ia melihat api, lalu berkata kepada keluarganya, “Tinggallah; sesungguhnya aku melihat api; semoga aku membawa kepada kalian sedikit nyala api darinya, atau aku mendapat petunjuk di tempat api itu.”
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- إِذْ رَأَىٰ نَارًاidz ra'aa naaranketika ia melihat api
- فَقَالَ لِأَهْلِهِ امْكُثُواfa-qaala li-ahlihi mkutsuulalu berkata kepada keluarganya, tinggallah
- إِنِّي آنَسْتُ نَارًاinnii aanastu naaransesungguhnya aku melihat api
- لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا بِقَبَسٍla'allii aatiikum minhaa bi-qabasinsemoga aku membawa kepada kalian sedikit nyala api darinya
- أَوْ أَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًىaw ajidu alaa n-naari hudanatau aku mendapat petunjuk di tempat api itu
Aplikasi
Motivasi awal Musa mendekati api sangat praktis: mencari nyala api atau petunjuk arah, tindakan sederhana berbasis kebutuhan sehari-hari (menghangatkan diri, menemukan jalan) menjadi pintu masuk menuju pengalaman spiritual yang luar biasa. Konkretnya: peristiwa besar dan transformatif kadang dimulai dari tindakan sederhana yang didorong kebutuhan praktis sehari-hari, keterbukaan terhadap kemungkinan tak terduga saat menjalani aktivitas biasa adalah sikap yang berguna.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-a-y, n-w-r, q-w-l, a-h-l, m-k-ts, a-n-s, a-t-y, q-b-s, w-j-d, h-d-y): ra'aa diterjemahkan 'melihat' (akar r-'-y); umkuthuu diterjemahkan 'tinggallah' (akar m-k-ts); aanastu diterjemahkan 'aku melihat (merasakan)' (akar '-n-s); qabas diterjemahkan 'nyala api'; hudan diterjemahkan 'petunjuk' (akar h-d-y HDY). gloss '(Musa)/(di sini)' dibuang.