قَالَ فَاذْهَبْ فَإِنَّ لَكَ فِي الْحَيَاةِ أَنْ تَقُولَ لَا مِسَاسَ ۖ وَإِنَّ لَكَ مَوْعِدًا لَنْ تُخْلَفَهُ ۖ وَانْظُرْ إِلَىٰ إِلَٰهِكَ الَّذِي ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا ۖ لَنُحَرِّقَنَّهُ ثُمَّ لَنَنْسِفَنَّهُ فِي الْيَمِّ نَسْفًا
Ia berkata, “Maka pergilah; sesungguhnya bagimu dalam kehidupan hanya berkata, ‘Jangan sentuh’; dan sesungguhnya bagimu ada waktu yang tidak dapat engkau hindari; dan lihatlah tuhanmu yang tetap engkau sembah, sungguh kami akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya ke laut sehancur-hancurnya.”
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- قَالَ فَاذْهَبْqaala fa-dzhabia berkata, maka pergilah
- فَإِنَّ لَكَ فِي الْحَيَاةِ أَنْ تَقُولَ لَا مِسَاسَfa-inna laka fii l-hayaati an taquula laa misaasasesungguhnya bagimu dalam kehidupan hanya berkata, jangan sentuh
- وَإِنَّ لَكَ مَوْعِدًا لَنْ تُخْلَفَهُwa-inna laka maw'idan lan tukhlafahudan sesungguhnya bagimu ada waktu yang tidak dapat engkau hindari
- وَانْظُرْ إِلَىٰ إِلَٰهِكَ الَّذِي ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًاwa-nzhur ilaa ilaahika lladzii zhalta alayhi aakifandan lihatlah tuhanmu yang tetap engkau sembah
- لَنُحَرِّقَنَّهُ ثُمَّ لَنَنْسِفَنَّهُ فِي الْيَمِّ نَسْفًاla-nuharriqannahu tsumma la-nansifannahu fii l-yammi nasfansungguh kami akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya ke laut sehancur-hancurnya
Aplikasi
Konsekuensi sosial yang berat bagi Samiri: 'Jangan sentuh' menjadi kalimat yang harus diucapkannya seumur hidup, isolasi sosial permanen sebagai akibat dari tindakan yang merusak kepercayaan kolektif secara mendasar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, dz-h-b, h-y-y, m-s-s, w-'-d, kh-l-f, n-zh-r, a-l-h, zh-l-l, '-k-f, h-r-q, n-s-f, y-m-m): laa misaas diterjemahkan 'jangan sentuh' (akar m-s-s putaran MSS); maw'id diterjemahkan 'waktu yang dijanjikan' (akar w-'-d); ilaahika diterjemahkan 'tuhanmu' (ilaah, anak-sapi); zhalta aakifan diterjemahkan 'tetap menyembah' (akar '-k-f); nuharriqannahu diterjemahkan 'membakarnya' (akar h-r-q); nansifannahu diterjemahkan 'menghamburkannya' (akar n-s-f). gloss '(kepada Samiri)/(dunia)/(hukuman)/(di akhirat)' dibuang.