وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۚ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ

Mereka berkata, “Ar-Rahman telah menjadikan anak.” Mahasuci Dia. Sebaliknya, mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًاwa-qaaluu ttakhadza r-rahmaanu waladanmereka berkata, Ar-Rahman telah menjadikan anak
  2. سُبْحَانَهُsubhaanahuMahasuci Dia
  3. بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَbal ibaadun mukramuunasebaliknya, mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan
Aplikasi

Bantahan atas klaim 'Ar-Rahman telah menjadikan (malaikat) sebagai anak' diselesaikan dengan status sebenarnya: 'hamba-hamba yang dimuliakan', kemuliaan tidak memerlukan kesetaraan ontologis, cukup pengabdian yang dihormati. Konkretnya: kedudukan tinggi atau dekat dengan otoritas tidak perlu, dan tidak boleh, diklaim setara dengan otoritas itu sendiri, carilah menjadi 'hamba yang dimuliakan', bukan menuntut status melebihi posisi sebenarnya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: ““Tuhan Yang Maha Pengasih” diterjemahkan ““Ar-Rahmaan”. Glory2 be to Him! But3 honoured servants4' Corpus ayat ini: «r~aHomanu, TAKRIF».