إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ
Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, “Patung-patung apakah ini yang kalian tekun menyembahnya?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِidz qaala li-abiihi wa-qawmihiketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya
- مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَmaa haadzihi t-tamaatsiilu llatii antum lahaa aakifuunapatung-patung apakah ini yang kalian tekun menyembahnya
Aplikasi
Pertanyaan pembuka Ibrahim yang sederhana namun tajam: 'Patung-patung apakah ini yang kalian tekun menyembahnya?', kritik dimulai dengan pertanyaan dasar yang mengundang refleksi, bukan langsung menyerang atau menghakimi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-b-w, q-w-m, m-ts-l, '-k-f): tamaathiil diterjemahkan 'patung-patung' (akar m-ts-l); aakifuun diterjemahkan 'tekun menyembah (beriktikaf)' (akar '-k-f). gloss '(Ibrahim)' dibuang.