وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Dan Zakaria, ketika ia menyeru Tuhannya, “Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku sendirian, dan Engkau sebaik-baik pewaris.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُwa-zakariyyaa idz naadaa rabbahudan Zakaria, ketika ia menyeru Tuhannya
  2. رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًاrabbi laa tadzarnii fardanTuhanku, janganlah Engkau biarkan aku sendirian
  3. وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَwa-anta khayru l-waaritsiinadan Engkau sebaik-baik pewaris
Aplikasi

Kekhawatiran Zakaria yang jujur: 'janganlah Engkau biarkan aku sendirian', pengakuan kebutuhan akan keberlanjutan dan koneksi, bahkan dari figur yang sudah begitu dekat secara spiritual, menegaskan bahwa kebutuhan akan hubungan bermakna adalah universal.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-d-w, r-b-b, w-dz-r, f-r-d, kh-y-r, w-r-ts): naadaa diterjemahkan 'menyeru' (akar n-d-w); laa tadharnii fardan diterjemahkan 'jangan biarkan aku sendirian' (akar w-dz-r + akar f-r-d); khayr al-waarithiin diterjemahkan 'sebaik-baik pewaris' (akar w-r-ts). gloss '(Ingatlah)/(hidup)/(tanpa keturunan)' + footnote dibuang.