وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

Dan ketika Kami menempatkan Ibrahim di tempat Rumah itu, “Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun, sucikanlah Rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, yang berdiri, serta yang rukuk dan sujud.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِwa-idz bawwa'naa li-ibraahiima makaana l-baytidan ketika Kami menempatkan Ibrahim di tempat Rumah itu
  2. أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًاan laa tushrik bii shay'anjanganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun
  3. وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِwa-tahhir baytiya li-t-taa'ifiina wa-l-qaa'imiina wa-r-rukka'i s-sujuudisucikanlah Rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, yang berdiri, serta yang rukuk dan sujud
Aplikasi

Instruksi kepada Ibrahim: 'sucikanlah Rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, mukim, serta rukuk dan sujud', tanggung jawab menjaga kesucian tempat ibadah diberikan sebagai amanah khusus, melayani kebutuhan berbagai bentuk ibadah yang berbeda.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

⟶. (sapuan seluruh Qur'an, corpus Leeds 0.4, 20 Jul 2026): frasa idafah ***bayt Allaah* / 'Baitullah' NOL kemunculan**, tak ada kata ber-akar akar b-y-t yang diikuti kata ber-akar الله di seluruh Qur'an. Yang teks pakai justru posesif orang I ** = '' (2:125, 22:26, Allah bersabda); posesif orang II ** = '' (14:37, Ibrahim menyeru); ** takrif = ''; 3:96 ** = 'sebuah rumah'. terjemahan lain 'Baitullah', mengubah (siapa yang berbicara) menjadi. ⟶ (putusan Pak FD 20 Jul): ayat ini memasangkan ** ('') dengan ** ('jangan sekutukan Aku dengan apa pun'). terjemahan lain menerjemahkan sebutan PERTAMA jadi '' (nama tempat) sementara sebutan KEDUA tetap 'rumah-Ku',. Sebutan yang bersanding langsung dgn larangan penyekutuan itulah yang diubah jadi nama benda. Keduanya kini diseragamkan ke persona aslinya. Lih. BYT. Entri via penuntasan-cakupan al-bayt (20 Jul, putusan Pak FD): basis terjemahan lain + penerapan putusan persona/gloss BYT. Gloss di luar kelas-putusan dibiarkan dalam kurung.