ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۗ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الْأَنْعَامُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ۖ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ
Demikianlah, dan siapa yang mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah, lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Semua hewan ternak telah dihalalkan bagi kalian, kecuali yang diterangkan kepada kalian. Maka jauhilah yang najis dari berhala-berhala itu, dan jauhi perkataan dusta.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِdzaalika wa-man yu'azhzhim hurumaati llaahidemikianlah, dan siapa yang mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah
- فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِfa-huwa khayrun lahu inda rabbihilebih baik baginya di sisi Tuhannya
- وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الْأَنْعَامُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْwa-uhillat lakumu l-an'aamu illaa maa yutlaa alaykumsemua hewan ternak telah dihalalkan bagi kalian, kecuali yang diterangkan kepada kalian
- فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِfa-jtanibuu r-rijsa mina l-awtsaani wa-jtanibuu qawla z-zuurimaka jauhilah yang najis dari berhala-berhala itu, dan jauhi perkataan dusta
Aplikasi
Prinsip penting: 'siapa yang mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah lebih baik baginya' disertai instruksi menjauhi 'berhala-berhala yang najis' dan 'perkataan dusta', penghormatan terhadap yang sakral dipasangkan langsung dengan integritas ucapan, keduanya sama pentingnya. Konkretnya: menjauhi perkataan dusta ditempatkan sejajar dengan menjauhi penyembahan berhala, kejujuran dalam bertutur kata dipandang sebagai bagian mendasar dari integritas spiritual, bukan masalah etika yang terpisah dan lebih ringan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.