اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
Allah memilih para utusan dari malaikat dan manusia. Sesungguhnya Allah mendengar lagi melihat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِallaahu yastafii mina l-malaa'ikati rusulan wa-mina n-naasiAllah memilih para utusan dari malaikat dan manusia
- إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌinna llaaha samii'un basiirunsesungguhnya Allah mendengar lagi melihat
Aplikasi
Prinsip pemilihan yang universal: para utusan dipilih 'dari malaikat dan manusia', kapasitas menjadi pembawa pesan tidak terbatas pada satu jenis makhluk, menunjukkan fleksibilitas dalam cara komunikasi ilahi disampaikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan diterjemahkan 'mendengar'/'melihat' per takrif corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.