Ayat 23:12
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ
Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari sari pati dari tanah,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍwa-laqad khalaqnaa l-insaana min sulaalatin min tiinindan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari sari pati dari tanah
Aplikasi
Asal-usul manusia dijelaskan sederhana: 'dari sari pati dari tanah', pengingat kerendahan hati tentang komponen dasar keberadaan manusia, sebelum proses transformasi yang menakjubkan dijelaskan lebih lanjut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar kh-l-q, a-n-s, s-l-l, t-y-n): khalaqnaa diterjemahkan 'menciptakan' (akar kh-l-q); sulaalah diterjemahkan 'sari pati (ekstrak)' (akar s-l-l); tiin diterjemahkan 'tanah (lempung)'. gloss '(yang berasal)' dibuang.
Ayat 23:13
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ
kemudian Kami jadikan ia nutfah di dalam tempat yang kukuh,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍtsumma ja'alnaahu nutfatan fii qaraarin makiininkemudian Kami jadikan ia nutfah di dalam tempat yang kukuh
Aplikasi
Tahap berikutnya: dijadikan 'nutfah di dalam tempat yang kukuh', proses biologis yang terlindungi dan terkontrol, menunjukkan desain yang cermat sejak tahap paling awal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, n-t-f, q-r-r, m-k-n): nutfah diterjemahkan 'nutfah (air mani)' (akar n-t-f); qaraar makiin diterjemahkan 'tempat yang kukuh' (akar q-r-r + akar m-k-n). gloss '(rahim)' dibuang.
Ayat 23:14
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Kemudian, nutfah itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung. Lalu, sesuatu yang menggantung itu Kami jadikan segumpal daging. Lalu, segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikan ia ciptaan yang lain. Maka berkahlah Allah, sebaik-baik pencipta.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةًtsumma khalaqnaa n-nutfata alaqatankemudian Kami jadikan nutfah itu sesuatu yang menggantung
- فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةًfa-khalaqnaa l-alaqata mudghatanlalu Kami jadikan yang menggantung itu segumpal daging
- فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًاfa-khalaqnaa l-mudghata izhaamanlalu Kami jadikan segumpal daging itu tulang belulang
- فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًاfa-kasawnaa l-izhaama lahmanlalu Kami bungkus tulang belulang itu dengan daging
- ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَtsumma ansha'naahu khalqan aakharakemudian Kami jadikan ia ciptaan yang lain
- فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَfa-tabaaraka llaahu ahsanu l-khaaliqiinamaka berkahlah Allah, sebaik-baik pencipta
Aplikasi
Rangkaian transformasi detail (segumpal darah, segumpal daging, tulang, dibungkus daging, hingga 'makhluk yang berbentuk lain') ditutup pujian: 'Mahaberkah Allah sebaik-baik pencipta', proses bertahap yang kompleks dan menakjubkan layak mendapat apresiasi mendalam, bukan dianggap biasa saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.