ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَىٰ ۖ كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَعْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ
Kemudian Kami utus rasul-rasul Kami secara berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya. Maka Kami susulkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain, dan Kami jadikan mereka tuturan. Maka kebinasaanlah bagi kaum yang tidak beriman.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَىٰtsumma arsalnaa rusulanaa tatraakemudian Kami utus rasul-rasul Kami secara berturut-turut
- كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُkulla maa jaa'a ummatan rasuuluhaa kadzdzabuuhusetiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya
- فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَعْضًاfa-atba'naa ba'dahum ba'danmaka Kami susulkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain
- وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَwa-ja'alnaahum ahaadiitsadan Kami jadikan mereka tuturan
- فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَfa-bu'dan li-qawmin laa yu'minuunamaka kebinasaanlah bagi kaum yang tidak beriman
Aplikasi
Rangkaian rasul yang berturutan menghadapi pola yang sama: 'Setiap datang rasul, umat mereka dustainya', pengulangan yang konsisten menegaskan bahwa penolakan bukan pengecualian, melainkan tantangan yang hampir selalu dihadapi setiap pembawa kebenaran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Kemudian, Kami utus rasul-rasul Kami secara berturut-turut. Setiap kali seorang rasul datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya. Maka, Kami iringkan (kebinasaan) sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Kami jadikan (pula) mereka bahan pembicaraan. Maka, kebinasaanlah bagi kaum yang tidak beriman. Then We sent Our messengers in succession. dossier: 23:44 & 34:19 dicatat eksplisit sbg sense 'buah tutur', bukan sense-penamaan-diri). Mempertahankan 'hadits' (bukan 'legends'/'bahan pembicaraan' terjemahan lain) tetap konsisten prinsip transliterasi-sengaja akar ini, tapi SENSE-nya beda dari 39:23 dst, dicatat eksplisit spy pembaca tak menyamakan keduanya. ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan, lih. 22 Jul), memakai 'Tuhan' utk *Allaah* (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua terjemahan valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan. Status penyaringan = dilindungi dari perubahan sepihak; harmonisasi (bila diinginkan) menunggu otorisasi eksplisit Pak FD, sejalan contoh serupa 33:52/50:40 pekerjaan ini 22 Jul.