وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian di dunia dan akhirat, niscaya kalian ditimpa azab yang agung disebabkan oleh pembicaraan kalian tentang itu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِwa-lawlaa fadlu llaahi alaykum wa-rahmatuhu fii d-dunyaa wa-l-aakhiratiseandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian di dunia dan akhirat
  2. لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌla-massakum fii maa afadtum fiihi adzaabun azhiimunniscaya kalian ditimpa azab yang agung disebabkan oleh pembicaraan kalian tentang itu
Aplikasi

Ayat ini menyasar bukan hanya pencetus fitnah, tapi siapa pun yang sekadar 'membicarakan' (afadtum fiihi) berita bohong itu, keterlibatan lewat menyebarluaskan, bukan hanya mengarang, tetap membawa konsekuensi nyata. Konkretnya: meneruskan atau membicarakan klaim yang belum terverifikasi tentang seseorang, dalam bahasa sekarang: forward WhatsApp, retweet, ikut membahas gosip kantor, membuatmu ikut bertanggung jawab, bukan sekadar pengamat netral.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kepadamu” diterjemahkan “kepada kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”. Corpus ayat ini: «raHomatu, tanpa-al».