أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ
Tidakkah engkau melihat bahwa Allah mengarahkan awan, kemudian menyatukannya, lalu menjadikannya bertumpuk-tumpuk, maka engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Dan Dia menurunkan dari langit, dari gunung-gunung yang padanya ada es, maka Dia menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki dan memalingkannya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُa-lam tara anna llaaha yuzjii sahaaban tsumma yu'allifu baynahutidakkah engkau melihat bahwa Allah mengarahkan awan, kemudian menyatukannya
- ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِtsumma yaj'aluhu rukaaman fa-taraa l-wadqa yakhruju min khilaalihilalu menjadikannya bertumpuk-tumpuk, maka engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya
- وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍwa-yunazzilu mina s-samaa'i min jibaalin fiihaa min baradindan Dia menurunkan dari langit, dari gunung-gunung yang padanya ada es
- فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُfa-yusiibu bihi man yashaa'u wa-yasrifuhu an man yashaa'umaka Dia menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki dan memalingkannya dari siapa yang Dia kehendaki
- يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِyakaadu sanaa barqihi yadzhabu bi-l-absaarikilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan
Aplikasi
Awan yang diarahkan, dikumpulkan, hujan es yang ditimpakan pada sebagian dan dihindarkan dari sebagian lain digambarkan sebagai kehendak yang terarah, bukan mekanisme acak, bahkan fenomena secacak badai punya kesengajaan di baliknya. Konkretnya: jadikan fenomena alam seperti cuaca ekstrem dan bencana sebagai pengingat akan keterbatasan dan ketergantungan manusia, bukan sekadar peristiwa mekanis tanpa makna, ini menumbuhkan kerendahan hati bahwa siapa yang terkena dan siapa yang selamat tidak sepenuhnya dalam kendali manusia.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.