أَفِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَمِ ارْتَابُوا أَمْ يَخَافُونَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُ ۚ بَلْ أُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Apakah dalam hati mereka ada penyakit, atau mereka ragu, atau mereka takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berbuat zalim kepada mereka? Bahkan, mereka itulah orang-orang yang zalim.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. أَفِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَمِ ارْتَابُواa-fii quluubihim maradun ami rtaabuuapakah dalam hati mereka ada penyakit, atau mereka ragu
  2. أَمْ يَخَافُونَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُam yakhaafuuna an yahiifa llaahu alayhim wa-rasuuluhuatau mereka takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berbuat zalim kepada mereka
  3. بَلْ أُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَbal ulaa'ika humu zh-zhaalimuunabahkan mereka itulah orang-orang yang zalim
Aplikasi

Mereka yang menghindari keputusan Allah dan Rasul karena takut diperlakukan zalim justru disebut sebagai 'orang-orang yang zalim' itu sendiri, kecurigaan terhadap keadilan sistem dibongkar sebagai proyeksi rasa bersalah, bukan kehati-hatian yang sah. Konkretnya: jujurlah pada dirimu apakah keengananmu tunduk pada arbitrase yang adil benar-benar berasal dari kekhawatiran wajar akan bias, atau (lebih sering) dari kesadaran bahwa kau sendiri yang bersalah, jangan bungkus penghindaran akuntabilitas sebagai skeptisisme berprinsip.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-l-b, m-r-d, r-y-b, kh-w-f, h-y-f, a-l-h, r-s-l, zh-l-m): quluub marad diterjemahkan 'hati berpenyakit' (akar q-l-b + akar m-r-d); irtaabuu diterjemahkan 'ragu' (akar r-y-b); yahiifa diterjemahkan 'berbuat zalim (berat sebelah)' (akar h-y-f); zhaalimuun diterjemahkan 'zalim'. gloss '(sikap mereka yang demikian itu karena)' dibuang.