وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَا فَهِيَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Dan mereka berkata, "Dongeng-dongeng orang terdahulu yang ia tuliskan, lalu ia didiktekan kepadanya pagi dan petang."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ اكْتَتَبَهَاwa-qaaluu asaatiiru l-awwaliina ktatabahaadan mereka berkata, dongeng-dongeng orang terdahulu yang ia tuliskan
- فَهِيَ تُمْلَىٰ عَلَيْهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًاfa-hiya tumlaa alayhi bukratan wa-asiilanlalu ia didiktekan kepadanya pagi dan petang
Aplikasi
Tuduhan lain: 'dongeng-dongeng orang terdahulu yang ia tuliskan, lalu dibacakan kepadanya pagi dan petang', upaya menjelaskan fenomena luar biasa dengan penjelasan yang tampak masuk akal namun sebenarnya tidak berdasar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, s-t-r, a-w-l, k-t-b, m-l-w, b-k-r, a-s-l): asaatiir al-awwaliin diterjemahkan 'dongeng-dongeng orang terdahulu' (akar s-t-r + akar '-w-l); iktatabahaa diterjemahkan 'ia menuliskannya' (akar k-t-b); tumlaa diterjemahkan 'dibacakan (didiktekan)' (akar m-l-w); bukratan wa asiilan diterjemahkan 'pagi dan petang'. gloss '(oleh Nabi Muhammad)/(dongeng)' dibuang.