Ayat 25:7
وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا
Dan mereka berkata, "Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya malaikat, agar ia menjadi pemberi peringatan bersamanya,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِwa-qaaluu maali haadzaa r-rasuuli ya'kulu t-ta'aama wa-yamshii fii l-aswaaqidan mereka berkata, mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar
- لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًاlawlaa unzila ilayhi malakun fa-yakuuna ma'ahu nadziiranmengapa tidak diturunkan kepadanya malaikat, agar ia menjadi pemberi peringatan bersamanya
Aplikasi
Keberatan tentang kesederhanaan pembawa pesan: 'mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?', ekspektasi bahwa pembawa kebenaran seharusnya berbeda secara supernatural dari manusia biasa, sebuah bias yang menghalangi penerimaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-s-l, a-k-l, t-'-m, m-sh-y, s-w-q, n-z-l, m-l-k, k-w-n, n-dz-r): ya'kulu t-ta'aam diterjemahkan 'memakan makanan' (akar '-k-l + akar t-'-m); yamshii fii l-aswaaq diterjemahkan 'berjalan di pasar' (akar m-sh-y + akar s-w-q); malak diterjemahkan 'malaikat' (akar m-l-k); nadhiir diterjemahkan 'pemberi peringatan' (akar n-dz-r), keberatan bashar (rasul yang makan/ke pasar, cf. 23:33). gloss '(Nabi Muhammad)/(agar malaikat)' dibuang.
Ayat 25:8
أَوْ يُلْقَىٰ إِلَيْهِ كَنْزٌ أَوْ تَكُونُ لَهُ جَنَّةٌ يَأْكُلُ مِنْهَا ۚ وَقَالَ الظَّالِمُونَ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَسْحُورًا
atau dilemparkan kepadanya harta karun, atau ada kebun baginya yang ia makan darinya?" Dan orang-orang zalim berkata, "Kalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang tersihir."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَوْ يُلْقَىٰ إِلَيْهِ كَنْزٌ أَوْ تَكُونُ لَهُ جَنَّةٌ يَأْكُلُ مِنْهَاaw yulqaa ilayhi kanzun aw takuunu lahu jannatun ya'kulu minhaaatau dilemparkan kepadanya harta karun, atau ada kebun baginya yang ia makan darinya
- وَقَالَ الظَّالِمُونَ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَسْحُورًاwa-qaala zh-zhaalimuuna in tattabi'uuna illaa rajulan mashuurandan orang-orang zalim berkata, kalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang tersihir
Aplikasi
Tuntutan bukti materi yang berlebihan (harta karun, kebun) disertai tuduhan personal: 'lelaki yang tersihir', standar bukti yang terus meningkat mengungkap bahwa masalahnya bukan kekurangan bukti, melainkan penolakan yang mendasar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-q-y, k-n-z, k-w-n, j-n-n, a-k-l, q-w-l, zh-l-m, t-b-', r-j-l, s-h-r): kanz diterjemahkan 'harta karun' (akar k-n-z); jannah diterjemahkan 'kebun'; rajulan mashuuran diterjemahkan 'lelaki yang tersihir' (akar r-j-l + akar s-h-r, tuduhan sihir, cf. 23:70 jinnah). Selaras.