وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ ۚ وَكَفَىٰ بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

Dan bertawakallah kepada Yang Hidup yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Cukuplah Dia yang waskita tentang dosa-dosa hamba-hamba-Nya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُwa-tawakkal alaa l-hayyi lladzii laa yamuutudan bertawakallah kepada Yang Hidup yang tidak mati
  2. وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِwa-sabbih bi-hamdihidan bertasbihlah dengan memuji-Nya
  3. وَكَفَىٰ بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًاwa-kafaa bihi bi-dzunuubi ibaadihi khabiirandan cukuplah Dia, tentang dosa-dosa hamba-hamba-Nya, yang waskita
Aplikasi

Instruksi penting: 'Bertawakallah kepada Yang Maha Hidup yang tidak mati', fondasi kepercayaan yang stabil karena bersandar pada sumber yang tidak pernah berubah atau berakhir, berbeda dari sandaran duniawi yang fana.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan belum-dibedah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!).