وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Aku tidak meminta imbalan kepada kalian atas hal itu. Imbalanku tidak lain kecuali dari Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍwa-maa as'alukum alayhi min ajrinaku tidak meminta imbalan kepada kalian atas hal itu
- إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَin ajriya illaa alaa rabbi l-aalamiinaimbalanku tidak lain kecuali dari Tuhan seisi alam
Aplikasi
Penegasan kemurnian motif yang sama: tanpa imbalan, hanya dari 'Tuhan seisi alam', pola integritas yang konsisten lintas berbagai nabi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (terjemahan lain: semesta/seluruh alam, diseragamkan); sebutan pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'the SORTS of created beings… it has this form because it INCLUDES MANKIND'.