لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَاذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

Sungguh, akan kuhukum ia dengan hukuman yang keras, atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas."

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَاذْبَحَنَّهُla-u'adzdzibannahu adzaaban shadiidan aw la-adzbahannahusungguh, akan kuhukum ia dengan hukuman yang keras, atau kusembelih ia
  2. أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍaw la-ya'tiyannii bi-sultaanin mubiininkecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas
Aplikasi

Konsekuensi tegas yang ditetapkan untuk ketidakhadiran tanpa alasan: 'hukuman yang keras. kecuali jika ia datang dengan otoritas yang jelas', akuntabilitas yang jelas namun tetap memberi ruang untuk penjelasan yang sah sebelum penghakiman final.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-dz-b, sh-d-d, dz-b-h, a-t-y, s-l-t, b-y-n): adhaaban shadiidan diterjemahkan 'hukuman yang keras' (akar sh-d-y-d: shadiid diterjemahkan 'keras' terkunci; terjemahan lain 'berat'); adhbahannahu diterjemahkan 'kusembelih ia' (akar dz-b-h); la-ya'tiyannii bi-sultaan mubiin diterjemahkan 'datang kepadaku dengan otoritas (bukti) yang jelas' (akar s-l-t-n putaran 82, sultaan mubiin=hujah/bukti jelas; bahkan Sulaiman menuntut BUKTI, gema haatuu burhaanakum, cf. 18:15). gloss '(alasan yang jelas)' dibuang.