إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya aku mendapati seorang perempuan yang memerintah mereka, dia dianugerahi segala sesuatu dan memiliki singgasana yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْinnii wajadtu mra'atan tamlikuhumsesungguhnya aku mendapati seorang perempuan yang memerintah mereka
- وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌwa-uutiyat min kulli shay'in wa-lahaa arshun azhiimundia dianugerahi segala sesuatu dan memiliki singgasana yang agung
Aplikasi
Laporan tentang penguasa Saba: seorang perempuan yang 'dianugerahi segala sesuatu dan memiliki singgasana yang agung', pengakuan objektif terhadap kekuasaan dan kekayaan pihak lain, terlepas dari perbedaan keyakinan yang akan segera terungkap.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.