قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الصَّرْحَ ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَا ۚ قَالَ إِنَّهُ صَرْحٌ مُمَرَّدٌ مِنْ قَوَارِيرَ ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dikatakan kepadanya, "Masuklah ke istana." Maka ketika ia melihatnya, ia menyangkanya kolam air yang besar, dan ia menyingkapkan kedua betisnya. Ia berkata, "Sesungguhnya ini hanyalah istana licin yang terbuat dari kaca." Ia berkata, "Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seisi alam."

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الصَّرْحَqiila lahaa dkhulii s-sarhadikatakan kepadanya, masuklah ke istana
  2. فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَاfa-lammaa ra'atsu hasibatsu lujjatan wa-kashafat an saaqayhaamaka ketika ia melihatnya, ia menyangkanya kolam air yang besar, dan ia menyingkapkan kedua betisnya
  3. قَالَ إِنَّهُ صَرْحٌ مُمَرَّدٌ مِنْ قَوَارِيرَqaala innahu sarhun mumarradun min qawaariiraia berkata, sesungguhnya ini hanyalah istana licin yang terbuat dari kaca
  4. قَالَتْ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَqaalat rabbi innii zhalamtu nafsii wa-aslamtu ma'a sulaymaana lillaahi rabbi l-aalamiinaia berkata, Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seisi alam
Aplikasi

Momen transformasi penting: kesalahan persepsi tentang lantai istana memicu pengakuan mendalam: 'aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah', momen kerentanan yang tidak terduga justru menjadi pintu pertobatan yang tulus.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain merender s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN -2). PASS: retrofit kau/engkau/kalian menyusul. Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. Lih. Versi lama catatan ini keliru di kedua titik itu;).