إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ

Sesungguhnya engkau tidak dapat memperdengarkan orang yang mati, dan tidak dapat memperdengarkan seruan kepada orang yang tuli, apabila mereka telah berpaling membelakang.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰinnaka laa tusmi'u l-mawtaasesungguhnya engkau tidak dapat memperdengarkan orang yang mati
  2. وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَwa-laa tusmi'u s-summa d-du'aa'adan tidak dapat memperdengarkan seruan kepada orang yang tuli
  3. إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَidzaa wallaw mudbiriinaapabila mereka telah berpaling membelakang
Aplikasi

Pengakuan realistis tentang keterbatasan usaha manusiawi: 'tidak dapat menjadikan orang yang mati dan orang yang tuli dapat mendengar', batas kemampuan menyampaikan kebenaran kepada hati yang sudah tertutup total.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.