وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Dan ibu Musa berkata kepada saudara perempuannya, "Ikutilah jejaknya." Maka ia melihatnya dari kejauhan, sedangkan mereka tidak menyadari.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِwa-qaalat li-ukhtihi qussiihidan ibu Musa berkata kepada saudara perempuannya, ikutilah jejaknya
  2. فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍfa-basurat bihi an junubinmaka ia melihatnya dari kejauhan
  3. وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَwa-hum laa yash'uruunasedangkan mereka tidak menyadari
Aplikasi

Kepedulian yang bijaksana: ibu Musa menyuruh saudara perempuannya mengikuti jejak bayinya 'dari kejauhan', pengawasan yang cermat namun tetap tersembunyi, menyeimbangkan kepedulian dan kehati-hatian.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.