مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآتٍ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, sesungguhnya waktu Allah pasti datang. Dia Yang Mendengar lagi Sang Berilmu.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِman kaana yarjuu liqaa'a llaahisiapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah
- فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآتٍfa-inna ajala llaahi la-aatinsesungguhnya waktu Allah pasti datang
- وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُwa-huwa s-samii'u l-aliimudan Dia Yang Mendengar lagi Sang Berilmu
Aplikasi
Harapan yang bermakna: 'siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, sesungguhnya waktu yang dijanjikan Allah pasti datang', kepastian yang menenangkan bagi mereka yang menantikan momen akuntabilitas dengan harapan, bukan ketakutan semata.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'Sang Berilmu' (takrif corpus); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').