وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ مِنْ رَبِّهِ ۖ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ

Mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya tanda-tanda dari Tuhannya?" Katakanlah, "Tanda-tanda itu hanya ada di sisi Allah, sedangkan aku hanyalah pemberi peringatan yang jelas."

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ مِنْ رَبِّهِwa-qaaluu lawlaa unzila alayhi aayaatun min rabbihimereka berkata, mengapa tidak diturunkan kepadanya tanda-tanda dari Tuhannya
  2. قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌqul innamaa l-aayaatu inda llaahi wa-innamaa anaa nadziirun mubiinunkatakanlah, tanda-tanda itu hanya ada di sisi Allah, sedangkan aku hanyalah pemberi peringatan yang jelas
Aplikasi

Batas kejujuran tentang tuntutan bukti: 'tanda-tanda itu hanya ada di sisi Allah, sedangkan aku hanyalah pemberi peringatan yang jelas', kejujuran tentang keterbatasan otoritas personal terhadap permintaan bukti tambahan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Akar akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda' (keputusan Pak FD 16 Jul, tanpa pengecualian;). Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.