بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ فَمَنْ يَهْدِي مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Akan tetapi, orang-orang yang zalim mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu. Maka, siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah? Tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍbali ttaba'a lladziina zhalamuu ahwaa'ahum bi-ghayri ilminakan tetapi, orang-orang yang zalim mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu
  2. فَمَنْ يَهْدِي مَنْ أَضَلَّ اللَّهُfa-man yahdii man adalla llaahumaka, siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah
  3. وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَwa-maa lahum min naasiriinatidak ada seorang penolong pun bagi mereka
Aplikasi

Kezaliman di sini didefinisikan secara spesifik sebagai 'mengikuti hawa nafsunya tanpa (berdasarkan) ilmu', bukan sekadar niat jahat, melainkan keputusan yang diambil tanpa dasar pengetahuan/pertimbangan yang memadai. Konkretnya: sebelum bertindak berdasarkan dorongan kuat, tanyakan apakah keputusan itu didukung pengetahuan/pertimbangan yang cukup, banyak kezaliman berakar dari keputusan impulsif yang tak diperiksa, bukan niat jahat yang disengaja.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).