قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ
Katakanlah, "Berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang sebelumnya. Kebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُqul siiruu fii l-ardi fa-nzhuruu kayfa kaana aaqibatu lladziina min qablukatakanlah, berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang sebelumnya
- كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَkaana aktsaruhum mushrikiinakebanyakan mereka adalah orang-orang musyrik
Aplikasi
Ajakan investigasi historis: 'Berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang sebelumnya', pembelajaran dari pola sejarah dianjurkan sebagai metode memahami konsekuensi jangka panjang dari penyekutuan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, s-y-r, a-r-d, n-zh-r, k-y-f, k-w-n, '-q-b, q-b-l, k-ts-r, sh-r-k): siiruu fii l-ard fa-nzhuruu diterjemahkan 'berjalanlah di bumi lalu perhatikan' (akar s-y-r + akar n-zh-r, metode empiris/historis, cf. 27:69); aaqibah diterjemahkan 'akibat' (akar '-q-b); mushrikiin diterjemahkan 'musyrik' (akar sh-r-k). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.