وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

Dan sederhanakanlah caramu berjalan, dan rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara benar-benar suara keledai.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَwa-qsid fii mashyika wa-ghdud min sawtikadan sederhanakanlah caramu berjalan, dan rendahkanlah suaramu
  2. إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِinna ankara l-aswaati la-sawtu l-hamiirisesungguhnya seburuk-buruk suara benar-benar suara keledai
Aplikasi

Nasihat penutup yang praktis: 'sederhanalah dalam berjalanmu, dan rendahkanlah suaramu', kesederhanaan dalam perilaku sehari-hari sebagai cerminan karakter yang rendah hati, dengan analogi tajam tentang suara keras yang tidak pantas. Konkretnya: mempraktikkan kesederhanaan dalam hal-hal kecil sehari-hari (cara berjalan, volume suara) adalah cerminan konkret dari kerendahan hati batin, bukan sekadar sopan santun formal.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-s-d, m-sh-y, gh-d-d, s-w-t, n-k-r, h-m-r): iqsid diterjemahkan 'sederhanalah (wajar)' (akar q-s-d); mashy diterjemahkan 'berjalan' (akar m-sh-y); ughdud diterjemahkan 'rendahkanlah' (akar gh-d-d); ankar al-aswaat diterjemahkan 'seburuk-buruk suara' (akar n-k-r + akar s-w-t); hamiir diterjemahkan 'keledai' (akar h-m-r). footnote dibuang.