أَفْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَمْ بِهِ جِنَّةٌ ۗ بَلِ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ فِي الْعَذَابِ وَالضَّلَالِ الْبَعِيدِ
Apakah ia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, ataukah ada kegilaan padanya?” Bahkan, orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat berada dalam azab dan kesesatan yang jauh.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَفْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَمْ بِهِ جِنَّةٌaftaraa ala llaahi kadziban am bihi jinnatunapakah ia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, ataukah ada kegilaan padanya
- بَلِ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ فِي الْعَذَابِ وَالضَّلَالِ الْبَعِيدِbali lladziina laa yu'minuuna bi-l-aakhirati fii l-adzaabi wa-d-dalaali l-ba'iidibahkan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat berada dalam azab dan kesesatan yang jauh
Aplikasi
Dua tuduhan klasik yang saling bertentangan (pembohong atau gila) dilontarkan tanpa bukti substansial, sementara yang sebenarnya 'dalam kesesatan yang jauh' adalah mereka yang tidak percaya akhirat; pengingat untuk mewaspadai serangan karakter yang menggantikan argumen substantif.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar f-r-y, a-l-h, k-dz-b, j-n-n, a-m-n, a-kh-r, '-dz-b, d-l-l, b-'-d): iftaraa diterjemahkan 'mengada-adakan' (akar f-r-y); jinnah diterjemahkan 'kegilaan (kerasukan)' (akar j-n-n, tuduhan sama ke nabi, cf. 23:70); dalaal ba'iid diterjemahkan 'kesesatan yang jauh' (akar d-l-l + akar b-'-d). gloss '(Tidak)' dibuang.