وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ

Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُwa-maa yastawi l-a'maa wa-l-basiirudan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat
Aplikasi

Kontras pertama dari rangkaian empat pasangan: 'tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat', metafora kejelasan spiritual yang tidak bisa disamakan dengan kebutaan terhadap kebenaran.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

wa-maa yastawii l-a'maa wal-BASIiR, 'orang yang buta' vs 'orang yang melihat' (manusia; antonim internal a'maa⟷basiir). Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.