وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ

Dan tidak sama orang yang hidup dengan orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki, dan engkau tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُwa-maa yastawi l-ahyaa'u wa-la l-amwaatudan tidak sama orang yang hidup dengan orang yang mati
  2. إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُinna llaaha yusmi'u man yashaa'usesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki
  3. وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِwa-maa anta bi-musmi'in man fi l-qubuuridan engkau tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar
Aplikasi

Kontras keempat dan penutup rangkaian: yang hidup dan yang mati tidak setara; Nabi 'tidak akan sanggup menjadikan orang dalam kubur dapat mendengar', metafora tajam bagi hati yang tertutup total terhadap kebenaran, betapa pun kerasnya usaha menyampaikannya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.