وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ
Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar pengampun lagi pengganjar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَwa-qaalu l-hamdu lillaahi lladzii adzhaba annaa l-hazanamereka berkata, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami
- إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌinna rabbanaa la-ghafuurun shakuurunsesungguhnya Tuhan kami benar-benar pengampun lagi pengganjar
Aplikasi
Ucapan syukur yang menyoroti dimensi emosional: 'menghilangkan kesedihan dari kami', pengakuan bahwa kelegaan dari beban emosional panjang adalah bagian nyata dari nikmat yang layak disyukuri, tidak kalah penting dari kenikmatan fisik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Pengampun” diterjemahkan “pengampun”. terjemahan lain 'Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri' diterjemahkan 'pengampun lagi pengganjar' (ghafuurun shakuur INDEFINIT; ucapan penghuni surga, yang baru saja menerima ganjaran; lih. 35:30 utk konteks penambahan). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda ditegakkan 76:22: jazaa' ('balasan') dan masykuur bersisian SATU ayat diterjemahkan tak boleh sama-sama 'balas'; 'menerima' milik akar q-b-l; 'menyambut' milik akar t-w-b. Wilayah 'ganjar' di terjemahan lain nyaris kosong (3 ayat). Konteks internal seragam membalas-LEBIH: 64:17 yudaa'if, 35:30 yaziid, 42:23 nazid, 14:7 la-aziidannakum. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).