وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًا

Sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu makhluk pun yang bergerak di bumi. Akan tetapi, Dia menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka, apabila datang ajal mereka, sesungguhnya Allah Sang Melihat terhadap hamba-hamba-Nya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍwa-law yu'aakhidzu llaahu n-naasa bimaa kasabuu maa taraka alaa zhahrihaa min daabbatinsekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu makhluk pun yang bergerak di bumi
  2. وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّىwa-laakin yu'akhkhiruhum ilaa ajalin musammanakan tetapi, Dia menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan
  3. فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًاfa-idzaa jaa'a ajaluhum fa-inna llaaha kaana bi-ibaadihi basiiranmaka, apabila datang ajal mereka, sesungguhnya Allah Sang Melihat terhadap hamba-hamba-Nya
Aplikasi

Penangguhan hukuman 'sampai waktu yang ditentukan' sebagai bentuk kesabaran, bukan pengabaian, jika dihukum seketika atas setiap kesalahan, tidak akan ada makhluk hidup tersisa; kesempatan yang diberikan adalah anugerah yang layak disyukuri, bukan dianggap bukti ketiadaan akuntabilitas.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan diterjemahkan 'melihat' per takrif corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.