وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami, dan melupakan asal penciptaannya. Ia berkata, “Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُwa-daraba lanaa matsalan wa-nasiya khalqahudan ia membuat perumpamaan bagi Kami, dan melupakan asal penciptaannya
  2. قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌqaala man yuhyi l-izhaama wa-hiya ramiimunia berkata, siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh
Aplikasi

Perumpamaan tulang hancur yang dipertanyakan kemampuannya dihidupkan kembali, keraguan yang muncul justru dari orang yang 'melupakan asal penciptaannya' sendiri, sebuah ironi tentang lupa diri sebagai akar keraguan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. ' Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.