إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ
Sesungguhnya dahulu, apabila dikatakan kepada mereka, “Tidak ada tuhan selain Allah,” mereka menyombongkan diri,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُinnahum kaanuu idzaa qiila lahum laa ilaaha illa llaahusesungguhnya dahulu, apabila dikatakan kepada mereka, tidak ada tuhan selain Allah
- يَسْتَكْبِرُونَyastakbiruunamereka menyombongkan diri
Aplikasi
Momen kunci yang terungkap: kesombongan justru muncul tepat saat kalimat paling sederhana dan murni 'laa ilaaha illallaah' diucapkan, penolakan terhadap pernyataan paling mendasar, bukan terhadap sesuatu yang rumit atau ambigu, menyingkap akar masalah sesungguhnya adalah kesombongan, bukan kebingungan intelektual.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.